Sabtu, 22 Oktober 2011

A Little Girl Named Wang Yue (Yue Yue) Run Over and Ignored!

Three days ago, I saw an article about a little Chinese girl was hit by a run TWO TIMES by TWO DIFFERENT VEHICLES! And NOBODY CARES about her who already bleeding on the road. This incident happened on October 13, 2011 in Foshan, a city in the southern province of Guandong, China and it recorded by a CCTV camera.
I was very upset, feel so damn angry and also ashamed about this incident. Its not only because I’m Chinese as well, but also I can’t imagine why this pity incident could happened. I’ll tell you the cronologic.

 Wang Yue smiling and holding a candy

Yue Yue is held by her mother with her older brother


This girl named Wang Yue, also known as Yue Yue, was crossing the road from her parents store on that street as well. A second after, a van came through and hit Yue Yue. The driver stopped for a minute, but he acted as he didn’t care then he went through Yue Yue again! He didn’t even open his van window to see what he just hit! The blood were everywhere! After that, around 18 peoples passed by, but NOBODY GAVE HER ANY HELP! Seven minutes after the first hitting, another van PASSED AND CRUSHED Yue Yue for the second time and again, WITHOUT ANY STOPPING! Then, finally Chen Xianmei, an old scavenger lady found dying and bleeding Yue Yue and dragged her to the roadside. She yelled for help and Yue Yue’s mother spontanuosly came and picked Yue Yue up.

I really don’t get why every single people who passed at that road DID NOT GIVE THE LITTLE GIRL ANY HELP. They just passed through with ONLY seeing Yue Yue’s bleeding body. Didn’t they see HUMAN to Yue Yue? Why?? My heart did cry after watcing the video. Where is the humanity of those 18 peoples??

Yue yue got inetensive care from hospital, but the doctor said her brain was already dead. Her father had received more than 270,000 yuan ($42,280) to help pay for Yue Yue's medical treatment after receiving donations from across the globe. But sadly, On Friday, October 21, 2011, Yue Yue was stated dead. This incident triggered a furore and anger across the nation. So many people share their mad on social media.


 Yue Yue at hospital with dead-brain after accident

Her devastated mother and father try to calm their loss.


The old scavenger lady got several amount of money as reward to her for helping Yue Yue. But she denied the money, she said she just do what she think its right. Then the money was donated as well for Yue Yue’s treatment at hospital.
I can’t write anything longer, I write to remind all of us about CARE TO EACH OTHER. May this incident act as an ALARM to global, so we all get back our humanity.

“Rest In Peace Wang Yue, may God bless you. No more pain in heaven, play freely Yue Yue without any worries.” - KertasdanPensil


* I don't owned neither the pictures nor video.
Source : daillymail.uk, yahoo news, youtube.                                                                                                                             

Minggu, 28 Agustus 2011

Introduce My Self

Hi guys. How y'all doing?
I just make a random questions about me, so hope you can guess what kind of person I am.


FAQ :


What are you?
- I'm Chinese Indonesian, both my parents are Chinese but stayed in Indonesia since they were born. So, here I am.                         


How many languages do you speak                               
- Honestly, even though I am Chinese, I don't speak Mandarin *what a shame*. So, this far I speak two languages : Bahasa Indonesia and English.


Where did you spent your childhood?
- I spent it in Jakarta, Indonesia. But, I've ever been in United State when I was 4 just for a half year.


How many brother and sister do you have?
- Two sisters and 1 brother.


What's your big desire?
- Of course : GO AROUND THE WORLD!


What's your CRAZIES that you ever want?
- Hmmm... Travel the world just by myself. Alone and full of adventure :D


What is your status?
- Taken already :p


Well, I guess its enough because I'm dying to sleep right now.
See y'all :D


-kertasdanpensil-

Kamis, 09 Juni 2011

Re-Think about this one

Jakarta, 9 Juni 2011


Apa yang terlintas dipikiran Anda apabila sedang membahas tentang aparat polisi di Indonesia, lebih tepatnya di Jakarta? Hmm.. saya tidak ingin menebak-nebak apa isi pikiran Anda atau apapun yang baru saja Anda lontarkan secara spontan. Tetapi sebagai warga negara yang baik, saya dapat memberi kritik terhadap kinerja aparat keamanan di negara ini. Tak jarang ada polisi yang dapat disogok untuk  membebaskan pelanggar-pelanggar hukum. Sebut saja polisi lalu lintas, banyak sekali yang langsung meminta “damai” terhadap para pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas. Walaupun harus kita sadari dan tidak dapat kita salahkan satu pihak saja bahwa banyak juga para pengendara-pengendara "nakal" yang langsung menawarkan program "damai" tersebut.
Baiklah, sekarang saatnya kita Re-Think, yang artinya berfikir kembali. Apa yang saya maksud dengan berfikir kembali?
Menurut saya, segala kesalahan yang terjadi di negara ini bukanlah karena program, organisasi ataupun aturan hukum yang bersalah, tetapi yang bersalah adalah individu-individu yang lalai atau egois sehingga melakukan hal demikian. Saya merasa masih banyak penegak-penegak hukum yang baik di Indonesia khususnya Jakarta.
Mari saya beri contoh dari pengalaman yang saya potret sendiri dengan kamera Blackberry pribadi.

 Seorang polisi yang sedang mendorong mobil pengendara yang mogok di Jalan Gunung Sahari, Jembatan Lima - Jakarta Pusat.
07.38
25 Mei 2011


Seperti contoh bapak polisi (tidak diketahui namanya) pada foto asli di atas, beliau tetap berpatroli di lampu merah Gunung Sahari walaupun hari sedang hujan, ditambah beliau rela membantu mendorongkan mobil pengendara yang sedang mogok.
Saat saya melihat kejadian ini, saya langsung me-“Re-Think” pikiran saya. Secara cepat langsung saya abadikan agar dapat saya bagikan kepada Anda semua.
Semoga artikel ini menjadi inspirasi bagi Anda untuk “Re-Think” terhadap yang sudah ada.
Ingat, kesalahan tidak terletak pada organisasi atau institusinya, tetapi pada individunya!

- kertasdanpensil-

Rabu, 20 April 2011

My Sister's Keeper (2009)


Film berjudul My Sister’s Keeper ini sebenarnya merupakan adaptasi dari sebuah novel dengan judul yang sama karangan Jodi Picoult.  

Novel tersebut diterbitkan pada tahun 2004, sedangkan pengadaptasian film ini dirilis pada tahun 2009. Sepanjang cerita yang diadaptasi semuanya sama, tetapi berbeda ending-nya. Tokoh-tokoh dalam film ini adalah Brian Fitzgerald sebagai ayah, Sara Fitzgerald sebagai ibu, Jesse Fitzgerald sebagai anak laki-laki tertua, Kate Fitzgerald sebagai anak kedua perempuan, dan Anna Fitzgerald sebagai anak terakhir perempuan.
Film ini bercerita tentang seorang gadis berumur 13 tahun, Anna Fitzgerald, yang dirancang untuk lahir dengan cara bayi tabung agar menjadi donor seumur hidup bagi kakak perempuannya, Kate Fitzgerald. Kate menderita kanker darah atau leukimia yang tidak dapat disembuhkan. Anna lahir dengan diatur golongan darah dan tali pusarnya agar cocok dengan milik Kate, karena ayah, ibu, maupun kakak laki-laki mereka, tidak ada yang cocok dengan milik Kate. Selama 13 tahun hidupnya, tubuh Anna dieksplorasi untuk kelangsungan hidup Kate. Anna dianggap masih kecil sehingga walaupun ia menolak untuk melakukan berbagai macam operasi termasuk donor sumsum tulang, tetapi dipaksa oleh Sara ibunya. Anna juga selalu disugesti bahwa yang ia korbankan untuk menolong kakanya, Anna pun mengerti dan akhirnya sangat bersedia walalupun ia sendiri kesakitan.

Konflik dalam film ini dimulai ketika Anna diminta untuk mendonorkan satu ginjalnya untuk Kate, dan Anna tiba-tiba menolak memberikan ginjalnya. Anna mengungkapkan ketidakmauannya dengan menuntut ibunya sendiri yang selama ini berkuasa atas tubuhnya. Anna berkata bahwa ia juga salah satu bagian dari keluarga ini dan ia juga penting. Anna tahu apabila ia mendonorkan ginjalnya saat dewasa, ia tidak dapat hidup normal sebagaimana mestinya, ia harus menjaga ketat kesehatannya, tidak dapat menjadi pemandu sorak di sekolah bahkan tidak bisa hamil. Dalam menuntut Sara, Anna dibantu oleh pengacara terkenal Campbell Alexander. Campbell bersedia membantu Anna karena ia sendiri menderita epilepsi, ia tahu persis bagaimana rasanya tidak bisa mengontrol dan berkuasa atas dirinya sendiri. Saat Sara tahu ia dituntut oleh anaknya sendiri, ia yang begitu protektif mengganggap Anna tidak mau lagi menolong Kate dan langsung menampar Anna. Sara yang juga merupakan mantan pengacara, tidak terima ia dituntut dan ia memutuskan untuk melawan Campbell di pengadilan.
Setelah perdebatan cukup panjang di pengadilan, Jesse Fitzgerald membuka mulut bahwa kehendak Kate yang menyuruh Anna untuk tidak mendonorkan ginjal. Kate tahu bahwa ia akan segera menemui ajalnya, Kate tidak mau Anna mengorbankan hidupnya untuk hal yang sia-sia. Ayah mereka, Brian akhirnya juga membela Anna. Mereka akhirnya mengubah cara pandang terhadap penyakit Kate. Mereka bukan lagi memperjuangkan Kate agar tetap hidup atau “sedikit memperpanjang hidup”, tetapi mereka menciptakan waktu yang berharga bersama Kate dengan memenuhi permintaan terakhir Kate yaitu pergi ke pantai. Tidak lama kemudian Kate meninggal sambil memeluk Sara dirumah sakit.
Brian Fitzgerald - Sara Fitzgerald - Kate Fitzgerald on the beach

 Sara Fitzgerald hugs Kate Fitzgerald on the beach

Jesse Fitzgerald - Anna Fitzgerald

Film ini digarap oleh sutradara Nick Cassavetes, beliau memang jagonya membuat film yang mencampurkan emosi manusia secara dalam dan mengharukan. Cerita dalam film My Sister’s Keeper, alur ceritanya merupakan gabungan antara maju dan mundur karena jalan ceritanya sendiri dibuat berdasarkan cara pandang masing-masing tokoh dalam anggota keluarga tersebut. Dalam film ini, diceritakan juga bagaimana penyakit dan hidup Kate mempengaruhi kehidupan anggota keluarganya, di mana kebahagiaan, kesedihan, kesusahaan digabungkan dalam manis pahitnya kehidupan keluarga.

Akting yang dimainkan oleh para artis juga sangat natural dan tepat karakternya, sehingga atmosfir yang diciptakan begitu terlihat nyata dan dapat memainkan emosi penonton. Bagi saya, film ini merupakan inspirasi bagi semua orang, termasuk saya sendiri. Ceritanya sangat mengharukan dan dikomunikasikan sedemikian rupa sehingga membuat saya menangis tersedu-sedu menontonnya walaupun sudah dua kali saya nonton.
 The artists on the premiere "My Sister's Keeper"

Pesan moral yang disampaikan begitu kuat. Tentang bagaimana kita saling menyayangi anggota keluarga kita, walaupun sedang diterpa masalah. Masalah bukan menjadi batu sandungan bagi keluarga ini, tetapi menyadarkan bahwa mereka harus menjadi semakin kuat dan menerima kenyataan yang ada dengan membuat mereka tetap bahagia di waktu yang sempit.


“Most babies are accidents. Not me. I was engineered. Born to save my sister's life.”
- Anna Fitzgerald -

Kamis, 07 April 2011

My Little Cute Brother

1, 2, 3 and here we go...

I'm introducing you to Yehezkiel Janshen Soewirjo!!
He is my youngest brother, he was 9 months years old when I took this video. hahaha.
Just look how he laughed! Really funny, huh?
hahaha.
Please like and leave some comments :)

XOXO,
kertasdanpensil
Janshen



Minggu, 03 April 2011

Book review : Cerita Dante (Stefani Hid)


Ada satu novel yang bagus menurut saya, hmm sebenarnya saya udah selesai baca sekitar 2 tahun yang lalu, tapi cukup menarik untuk di-review dan direkomendasikan hehehe.
Judulnya Cerita Dante karangan Stefani Hid, tahun 2006. Cerita dalam novel ini mengisahkan tentang beberapa orang yang dekat dengan penderitaan, depresi, penuh dengan tekanan hidup, dan kesedihan yang mendalam. Mereka digambarkan sebagai sekumpulan orang-orang dalam kerumunan, bagaikan remah-remah dari kue yang besar, dan hidup mereka hanya seterang lampu redup. Masalah yang mereka hadapi juga beragam seperti masalah psikologis yang disebabkan tekanan keluarga, masalah kesehatan yang tidak meninggalkan pilihan hidup apapun, dan tentang memperjuangkan keinginan dalam hidup. Dalam sepenggal kisah mereka ini juga diceritakan bagaimana orang-orang tersebut ingin lepas dari segala penderitaannya dengan satu cara yaitu kematian. Entah dapat kita sebut sebagai cara atau hanya melarikan diri dari kenyataan hidup. Tidak ada orang yang tahu apa yang terjadi setelah kematian menimpa manusia dalam hidup ini. Tetapi tekanan dalam hidup yang begitu besar terus mendorong mereka untuk menggapai sesuatu yang misterius yang kita sebut dengan kematian. Begitulah kira-kira inti dari novel ini.
Alur cerita secara keseluruhan berjalan maju, ada juga beberapa alur yang berjalan mundur saat tokoh mengingat masa lalunya sekilas. Cerita ini disusun berpotong-potong tiap kisah per karakter. Walaupun saat tiba membaca membuat kita harus mengingat adegan terakhir apa yang dialami satu karakter di bab sebelumnya, tetapi gaya bercerita inilah yang membuat pembaca merasa tertantang untuk membacanya terus. Tokoh-tokoh yang diciptakan dalam novel ini juga sangat beragam dengan berbagai karakter dan latar belakang yang berbeda-beda. Tetapi dengan alur cerita yang dihiasi dengan kebetulan-kebetulan yang natural maka terciptalah pertemuan yang masuk akal diantara tokoh-tokoh sehingga pembaca dapat memahami dengan baik.
Dari segi gaya bahasa yang digunakan Stefani Hid, menurut saya tulisan yang ditulis beliau dapat mendeskripsikan suatu objek dengan sangat nyata dan membuat pembaca serasa menyelami apa yang dirasakan oleh karakter dalam novelnya. Ada beberapa kata asing yang ditulis dalam novel ini, tidak heran karena Stehfani Hid adalah lulusan Sastra Inggris dari Universitas Kristen Petra di Surabaya. Selain itu, gaya bahasa yang digunakan tidak tergolong berat dan tidak tergolong ringan menurut saya yang membacanya. Tetapi hal-hal tersebut membuat saya suka membacanya, tidak terlalu keras berfikir dan tidak terlalu ringan untuk dibaca. Memang pada dasarnya untuk hal-hal yang kritis berfikir saya lebih senang mendapatinya dalam film ketimbang buku. Selain itu, beliau juga berani bermain dengan imajinasi yang dapat kita lihat dari segi pemikiran tokoh-tokohnya. Ada tokoh yang
Latar yang ditampilkan dalam novel ini sangat nyata menggambarkan bagaimana hiruk pikuk yang terjadi di ibu kota negara kita, yaitu Jakarta. Hal tersebut dapat saya lihat dari segelintir deskripsi suasana yang mengelilingi tokoh dalam cerita. Menurut saya, benar-benar terlihat sangat nyata. Dalam opini pribadi saya, segelintir suasana kota Jakarta ini dapat dijadikan kritik bagi masyarakat setempat dalam merefleksikan diri. Walaupun hanya sedikit menggambarkan soal kota Jakarta tetapi saya sebagai warga kota ini juga mengangguk-angguk membenarkan apa yang ditulis Stefani Hid tentang keadaan kota ini.

Well, selamat membaca semuanya!
Happy reading and get the inspiration! :)

Big-dark wall in my mind

Friday, Feb 12th 2010

Sun raised so shinny today
i got a little nap in Mr. Cipto's car while he was driving me to home.
i felt so dizzy.
i tried to think all happy things to loose this annoyed dizzy feeling, but there was a big wall on my left mind.
uuugh.
really annoyed me.
i don't know what kind a wall that was.
a really big wall.
a really black wall.
i wondered about everything behind that wall.
but i couldn't see anything, even only the top of that wall. so high and dark.
it blocked my eyesight. it was a kind of blackout.
but i didn't dream. I'm pretty sure about that.
i want my mind full of nice thought. happiness. unblocked with any single thing.
i just think what i want to think.
thought like a free bird.
thought just like have a new adventure.

then i opened my eyes.
i found my head still dizzy.
i was still sitting in Mr. Cipto's car.
and oooh...!! i realize it was just a dream..

i felt so ridiculous, I guess I didn't dream in my own dreaming. haha.



little girl,
me.